BAB
IV
PENUTUP
4.1. KESIMPULAN
Rokok adalah silinder dari kertas
berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan
diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok
dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat
dihirup lewat mulut pada ujung lainnya.
Manusia di dunia yang merokok untuk
pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual
seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua
Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap
rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai
muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang
merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan
semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu
kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.
Rokok dibedakan menjadi beberapa
jenis. Pembedaan ini didasarkan atas bahan pembungkus rokok , bahan baku atau
isi rokok, proses pembuatan rokok, dan penggunaan filter pada rokok. Jenis
rokok juga dilihat dari kadar nikotin dan tar nya.
Zat-zat yang terkandung di dalam rokok
adalah nikotiania (nikotin), sianida, benzene, cadmium, methanol, asitelina,
ammonia, formaldehida, hydrogen sianida, arsen, dan karbon monoksida.
Perokok pasif sendiri merupakan
seorang penghirup asap rokok dari orang yang sedang merokok atau orang yang
terpapar asap rokok dari asap yang dikeluarkan perokok aktif. Akibatnya lebih
berbahaya dibandingkan perokok aktif. Bahkan bahaya yang harus ditanggung
perokok pasif tiga sampai lima kali lipat dari bahaya perokok aktif.
4.2.
Saran
Dalam rangka mencegah
perokok di lingkungan kita terus menerus mengalami peningkatan dari tahun ke
tahun, maka perlu diadakannya penyuluhan tentang bahaya rokok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar