Rabu, 18 Januari 2017

BAB 2 KARYA TULIS ILMIAH

Selamat malam para pembaca yang setia membaca apa yang saya tulis. Kali ini, saya berbagi lagi tentang karya tulis ilmiah. Untuk sekarang bagian bab 2, tentang landasan teori
Selamat Membaca :)

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian Rokok
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya.

2.2.Sejarah
2.2.1.Sejarah Tembakau
Sewaktu Colombus mendarat di Dunia Baru pada tanggal 11 Oktober 1492, dia disuguhi daun tembakau oleh penduduk setempat. Banyak bukti yang terdokumentasi yang mendukung kebenaran sejarah ini, sehingga umumnya kalangan akademis mengakui bahwa tembakau dikenal pertama kali oleh peradaban Indian di Amerika. Sesudah tahun 1492, pemakaian tembakau sebagai cerutu dan pipa mulai berkembang di banyak tempat. Pada mulanya yang aktif dalam perdangan tembakau ini adalah orang Spanyol dan Portugis. Lalu, pada tahun 1612, John Rofle-seorang kolonis Inggris yang kemudian menikahi seorang putri kepala suku Indian bernama Pocahontas mulai menanam bibit tembakau ke Eropa, Kota Jamestown kemudian menjadi makmur secara ekonomis. Banyak nama dari yang diberikan kepada bahan ini, termasuk "nicotiana", nama dari Jean Nicot, Dubes Prancis di Lisbon yang pertama-tama mendatangkan tanaman ini ke Eropa untuk dikembangkan di Portugis dan memperkenalkannya di lingkungan kerajaan di Paris, sehingga pada tahun 1585 namanya diusulkan sebagai nama dari bahan kimia penting di dalam tembakau itu. Ensiklopedia Britannica (1966) mengatakan bahwa sebutan "tobacco" digunakan di Amerika dan menjadi dasar dari nama tanaman ini di seluruh dunia, misalnya tabac, tabak, tembakau, dan sebagainya. Nama ini berasal dari sejenis tabung yang digunakan oleh penduduk pribumi untuk mengisap asapnya, atau silinder dari daun tembakau yang kemudian di sulit dan diisap. Walaupun demikian, "nikotin" tetap menjadi nama generik dari bahan utama dalam daun tembakau tersebut.
(sumber: Dr. Ronald Hutapea SKM Ph.D, Why Rokok, 978-602-9473-05-6, 387, Jakarta: Bee Media Indonesia.2013.hal:1)

2.2.2. Sejarah Rokok
Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.

2.2.3. Sejarah Kebiasaan Merokok
Tembakau telah digunakan sejak berabad bahkan ribuan tahun yang silam. Pada mulanya hanya oleh penduduk asli Benua Amerika, tetapi akhirnya menyebar mula-mula ke Eropa pada abad ke-16, dan selanjutnya ke berbagai pelosok dunia yang sudah disentuh oleh peradaban. Kebiasaan merokok tembakau diperkirakan mulai di Amerika Tengah dan Selatan, diduga berawal pada kebudayaan Aztec di Mesiko. Mereka mengisap tembakau yang dipikin-pilin dan dimasukkan ke dalam kulit jagung.
Konon pada mulanya asap tembakau berasal di desa kecil Uaxactum di Guatemala. Para ahli purbakala memperkirakan perkampungan tersebut berasal dari zaman awal peradaban bumi, yakni sekitar tahun 300-900 SM, berarti sekitar 1600 tahun yang silam. Penghuni desa itu lazim di sebut suku Maya, yqng menurut para ahli tersebut dapat disebut bangsa perokok, gang disimpulkan dari tulisan hieroglyphic pada batu-batu prasati peninggalan zaman itu.
Kebiasaan orang Indian ini dibawa ke Eropa oleh penjelajah-penjelajah dunia baru dari Inggris dan Spanyol. Pada tahun 1800-an mulai menjadi popoluer di Eropa, tetapi barulah sesudah dibawa ke Amerika Serikat menjelang Perang Saudara mulai diciptakan mesin-mesin pengolah dan penggulung rokok, sehingga menjadi rokok seperti yang kita kenal sekarang.
(sumber: Dr. Ronald Hutapea SKM Ph.D, Why Rokok, 978-602-9473-05-6, 387, Jakarta: Bee Media Indonesia.2013.hal:3).

2.3. Zat-Zat Yang Terkandung Dalam Rokok
2.3.1. Nikotiania (Nikotin)
Nikotina adalah senyawa kimia organik kelompok alkaloid yang dihasilkan secara alami pada berbagai macam tumbuhan, terutama suku terung-terungan (Solanaceae) seperti tembakau dan tomat . Nikotina berkadar 0,3 sampai 5,0% dari berat kering tembakau berasal dari hasil biosintesis di akar dan terakumulasi di daun .
Nikotina merupakan racun saraf yang potensial dan digunakan sebagai bahan baku berbagai jenis insektisida. Pada konsentrasi rendah, zat ini dapat menimbulkan kecanduan, khususnya pada rokok . Nikotina memiliki daya karsinogenik terbatas yang menjadi penghambat kemampuan tubuh untuk melawan sel-sel kanker, akan tetapi nikotina tidak menyebabkan perkembangan sel-sel sehat menjadi sel-sel kanker.
2.3.2. Sianida
Sianida adalah senyawa kimia yang mengandung kelompok siano C≡N, dengan atom karbon terikat-tiga ke atom nitrogen. Kelompok CN dapat ditemukan dalam banyak senyawa. Beberapa adalah gas, dan lainnya adalah padat atau cair. Beberapa seperti garam, beberapa kovalen, beberapa molekular, beberapa ionik, dan banyak juga polimerik. Senyawa yang dapat melepas ion sianida CN− sangat beracun.

2.3.3. Benzena
2.3.3.1. Pengertian
Benzena , juga dikenal dengan rumus kimia C6H6, PhH, dan benzol, adalah senyawa kimia organik yang merupakan cairan tak berwarna dan mudah terbakar serta mempunyai bau yang manis. Benzena terdiri dari 6 atom karbon yang membentuk cincin, dengan 1 atom hidrogen berikatan pada setiap 1 atom karbon. Benzena merupakan salah satu jenis hidrokarbon aromatik siklik dengan ikatan pi yang tetap, juga kandungan alami dalam minyak bumi, namun biasanya diperoleh dari senyawa lainnya yang terdapat dalam minyak bumi. Karena bersifat karsinogenik, maka pemakaiannya selain bidang non-industri menjadi sangat terbatas.
2.3.3.2. Sejarah
Benzena ditemukan pada tahun 1825 oleh seorang ilmuwan Inggris, Michael Faraday , yang mengisolasikannya dari gas minyak dan menamakannya bikarburet dari hidrogen . Pada tahun 1833, kimiawan Jerman, Eilhard Mitscherlich menghasilkan benzena melalui distilasi asam benzoat (dari benzoin karet/ gum benzoin ) dan kapur. Mitscherlich memberinya nama benzin . Pada tahun 1845, kimiawan Inggris, Charles Mansfield , yang sedang bekerja di bawah August Wilhelm von Hofmann, mengisolasikan benzena dari tir (coal tar). Empat tahun kemudian, Mansfield memulai produksi benzena berskala besar pertama menggunakan metode tir tersebut.



2.3.4. Kadmium
Kadmium merupakan salah satu jenis logam berat yang berbahaya karena elemen ini beresiko tinggi terhadap pembuluh darah. Kadmium berpengaruh terhadap manusia dalam jangka waktu panjang dan dapat terakumulasi pada tubuh khususnya hati dan ginjal . Secara prinsipil pada konsentrasi rendah berefek terhadap gangguan pada paru-paru, emphysema dan renal turbular disease yang kronis. Jumlah normal kadmium di tanah berada di bawah 1 ppm , tetapi angka tertinggi (1.700 ppm) dijumpai pada permukaan sample tanah yang diambil di dekat pertambangan biji seng (Zn). Kadmium lebih mudah diakumulasi oleh tanaman dibandingkan dengan ion logam berat lainnya seperti timbal. Logam berat ini bergabung bersama timbal dan merkuri sebagai the big three heavy metal yang memiliki tingkat bahaya tertinggi pada kesehatan manusia. Menurut badan dunia FAO/WHO , konsumsi per minggu yang ditoleransikan bagi manusia adalah 400-500 μg per orang atau 7 μg per kg berat badan.

2.3.5. Methanol
2.3.5.1. Pengertian
Metanol , juga dikenal sebagai metil alkohol, wood alcohol atau spiritus , adalah senyawa kimia dengan rumus kimia CH3OH . Ia merupakan bentuk alkohol paling sederhana. Pada "keadaan atmosfer" ia berbentuk cairan yang ringan, mudah menguap, tidak berwarna, mudah terbakar, dan beracun dengan bau yang khas (berbau lebih ringan daripada etanol). metanol digunakan sebagai bahan pendingin anti beku, pelarut, bahan bakar dan sebagai bahan additif bagi etanol industri.
Metanol diproduksi secara alami oleh metabolisme anaerobik oleh bakteri. Hasil proses tersebut adalah uap metanol (dalam jumlah kecil) di udara. Setelah beberapa hari, uap metanol tersebut akan teroksidasi oleh oksigen dengan bantuan sinar matahari menjadi karbon dioksida dan air.
Api dari metanol biasanya tidak berwarna. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati bila berada dekat metanol yang terbakar untuk mencegah cedera akibat api yang tak terlihat.
Karena sifatnya yang beracun, metanol sering digunakan sebagai bahan additif bagi pembuatan alkohol untuk penggunaan industri. Penambahan "racun" ini akan menghindarkan industri dari pajak yang dapat dikenakan karena metanol merupakan bahan utama untuk minuman keras (minuman beralkohol). Metanol kadang juga disebut sebagai wood alcohol karena ia dahulu merupakan produk samping dari distilasi kayu. Saat ini metanol dihasilkan melului proses multi tahap. Secara singkat, gas alam dan uap air dibakar dalam tungku untuk membentuk gas hidrogen dan karbon monoksida, kemudian, gas hidrogen dan karbon monoksida ini bereaksi dalam tekanan tinggi dengan bantuan katalis untuk menghasilkan metanol. Tahap pembentukannya adalah endotermik dan tahap sintesisnya adalah eksotermik.
2.3.5.2. Sejarah
Dalam proses pengawetan mayat, orang Mesir kuno menggunakan berbagai macam campuran, termasuk di dalamnya metanol, yang mereka peroleh dari pirolisis kayu. Methanol murni, pertama kali berhasil diisolasi tahun 1661 oleh Robert Boyle, yang menamakannya spirit of box, karena ia menghasilkannya melalui distilasi kotak kayu. Nama itu kemudian lebih dikenal sebagai pyroxylic spirit (spiritus). Pada tahun 1834, ahli kimia Perancis Jean-Baptiste Dumas dan Eugene Peligot menentukan komposisi kimianya. Mereka juga memperkenalkan nama methylene untuk kimia organik, yang diambil dari bahasa Yunani methy = "anggur" dan "hŷlē" = kayu (bagian dari pohon). Kata itu semula dimaksudkan untuk menyatakan "alkohol dari (bahan) kayu", tetapi mereka melakukan kesalahan.
Kata methyl pada tahun 1840 diambil dari methylene , dan kemudian digunakan untuk mendeskripsikan "metil alkohol". Nama ini kemudian disingkat menjadi "metanol" tahun 1892 oleh International Conference on Chemical Nomenclature. Suffiks [-yl] (indonesia {il}) yang digunakan dalam kimia organik untuk membentuk nama radikal-radikal, diambil dari kata "methyl".
Pada tahun 1923, ahli kimia Jerman , Matthias Pier, yang bekerja untuk BASF mengembangkan cara mengubah gas sintesis (syngas / campuran dari karbon dioksida and hidrogen) menjadi metanol. Proses ini menggunakan katalis zinc chromate (seng kromat), dan memerlukan kondisi ekstrem —tekanan sekitar 30–100 MPa (300–1000 atm), dan temperatur sekitar 400 ° C . Produksi metanol modern telah lebih effisien dengan menggunakan katalis tembaga yang mampu beroperasi pada tekanan relatif lebih rendah.
Penggunaan metanol sebagai bahan bakar mulai mendapat perhatian ketika krisis minyak bumi terjadi pada tahun 1970-an karena ia mudah tersedia dan murah. Masalah timbul pada pengembangan awalnya untuk campuran metanol- bensin . Untuk menghasilkan harga yang lebih murah, beberapa produsen cenderung mencampur metanol lebih banyak. Produsen lainnya menggunakan teknik pencampuran dan penanganan yang tidak tepat. Akibatnya, hal ini menurunkan mutu bahan bakar yang dihasilkan. Akan tetapi, metanol masih menarik utuk digunakan sebagai bahan bakar bersih. Mobil-mobil dengan bahan bakar fleksibel yang dikeluarkan oleh General Motors, Ford dan Chrysler dapat beroperasi dengan setiap kombinasi etanol, metanol dan/atau bensin.

2.3.6. Asitelina
2.3.6.1. Pengertian
Asetilena (Nama sistematis : etuna ) adalah suatu hidrokarbon yang tergolong kepada alkuna , dengan rumus C 2 H 2. Asetilena merupakan alkuna yang paling sederhana, karena hanya terdiri dari dua atom karbon dan dua atom hidrogen. Pada asetilena, kedua karbon terikat melalui ikatan rangkap tiga , dan masing-masing atom karbon memiliki hibridisasi orbital sp untuk ikatan sigma. Hal ini menyebabkan keempat atom pada asetilena terletak pada satu garis lurus, dengan sudut C-C-H sebesar 180°. (sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Asetilena).

2.3.6.2. Sejarah
Asetilena ditemukan oleh Edmund Davy pada 1836 , yang menyebutnya karburet baru dari hidrogen. Nama asetilena diberikan oleh kimiawan Perancis, Marcellin Berthelot, pada 1860. Pada 1812, sebuah ledakan asetilena membutakan fisikawan Gustaf Dalén , yang kemudian pada tahun yang sama memperoleh hadiah Nobel di bidang fisika.(sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Asetilena).
2.3.7. Amonia
2.3.7.1.Pengertian
Amonia adalah senyawa kimia dengan rumus NH3. Biasanya senyawa ini didapati berupa gas dengan bau tajam yang khas (disebut bau amonia). Walaupun amonia memiliki sumbangan penting bagi keberadaan nutrisi di bumi , amonia sendiri adalah senyawa kaustik dan dapat merusak kesehatan.
Amonia umumnya bersifat basa (pKb=4.75), namun dapat juga bertindak sebagai asam yang amat lemah (pKa=9.25). Amonia dapat terbentuk secara alami maupun sintetis. Amonia yang berada di alam merupakan hasil dekomposisi bahan organik. (sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Amonia).

2.3.7.2. Kegunaan
Zat Amonia biasanya digunakan sebagai obat obatan, bahan campuran pupuk urea (CO(NH2)2) dan ZA (Zwvelamonia) ((NH4) 2SO4), bahan pembuatan amonium klorida(NH4Cl)pada baterai, asam nitrat (HNO3), zat pendingin, membuat hidrazin (N2H4)sebagai bahan bakar roket, bahan dasar pembuatan bahan peledak , kertas pelastik, dan detergen dan jika dilarutkan kedalam air maka zat tersebut akan dapat menjadi pembersih alat perkakas rumah tangga. (sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Amonia).
2.3.8. Formaldehida
2.3.8.1. Pengertian
Senyawa kimia formaldehida (juga disebut metanal, atau formalin), merupakan aldehida dengan rumus kimia H 2CO, yang berbentuknya gas , atau cair yang dikenal sebagai formalin, atau padatan yang dikenal sebagai paraformaldehyde atau trioxane . Formaldehida awalnya disintesis oleh kimiawan Rusia Aleksandr Butlerov tahun 1859, tapi diidentifikasi oleh Hoffman tahun 1867 .
Pada umumnya, formaldehida terbentuk akibat reasi oksidasi katalitik pada metanol . Oleh sebab itu, formaldehida bisa dihasilkan dari pembakaran bahan yang mengandung karbon dan terkandung dalam asap pada kebakaran hutan , knalpot mobil, dan asap tembakau. Dalam atmosfer bumi, formaldehida dihasilkan dari aksi cahaya matahari dan oksigen terhadap metana dan hidrokarbon lain yang ada di atmosfer. Formaldehida dalam kadar kecil sekali juga dihasilkan sebagai metabolit kebanyakan organisme, termasuk manusia.

2.3.8.2. Kegunaan
-  Pengawet mayat
-  Pembasmi lalat dan serangga pengganggu lainnya.
-  Bahan pembuatan sutra sintetis, zat pewarna, cermin, kaca
-  Pengeras lapisan gelatin dan kertas dalam dunia Fotografi.
-  Bahan pembuatan pupuk dalam bentuk urea.
-  Bahan untuk pembuatan produk parfum.
-  Bahan pengawet produk kosmetika dan pengeras kuku .
-  Pencegah korosi untuk sumur minyak
- Dalam konsentrasi yang sangat kecil (kurang dari 1%), Formalin digunakan sebagai pengawet untuk berbagai barangkonsumen seperti pembersih barang rumah tangga, cairan pencuci piring , pelembut kulit, perawatan sepatu, shampoo mobil, lilin, pasta gigi, dan pembersih karpet. (sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Formaldehida).
2.3.9. Hidrogen Sianida
Hidrogen sianida (HCN) adalah senyawa anorganik[6] dengan rumus molekul HCN. Senyawa ini berbentuk cairan tak berwarna, dan sangat beracun, dengan titik didih sedikit diatas suhu ruangan , 25.6 °C (78.1 °F). [7] HCN diproduksi dalam skala industri dan sangat bernilai karena digunakan sebagai bahan baku banyak senyawa kimia mulai polimer sampai obat-obatan. (sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Hidrogen_sianida).

2.3.10. Arsen
2.3.10.1. Pengertian
Arsen , arsenik , atau arsenikum adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol As dan nomor atom 33. Ini adalah bahan metaloid yang terkenal beracun dan memiliki tiga bentuk alotropik; kuning, hitam, dan abu-abu. Arsenik dan senyawa arsenik digunakan sebagai pestisida, herbisida, insektisida , dan dalam berbagai aloy. (sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Arsenik).
2.3.10.2. Sejarah
Kata arsenik dipinjam dari bahasa Persia Zarnik yang berarti "orpimen kuning". Zarnik dipinjam dalam bahasa Yunani sebagai arsenikon. Arsenik dikenal dan digunakan di Persia dan di banyak tempat lainnya sejak zaman dahulu. Bahan ini sering digunakan untuk membunuh , dan gejala meracunan arsenik sulit dijelaskan, sampai ditemukannya tes Marsh , tes kimia sensitif untuk mengetes keberadaan arsenik. Karena sering digunakan oleh para penguasa untuk menyingkirkan lawan-lawannya dan karena daya bunuhnya yang luar biasa serta sulit dideteksi, arsenik disebut Racun para raja, dan Raja dari semua racun. Dalam zaman Perunggu, arsenik sering digunakan di perunggu, yang membuat campuran tersebut lebih keras. Warangan, yang sering digunakan sebagai bahan pelapis permukaan keris, mengandung bahan utama arsen. Arsen membangkitkan penampilan pamor keris dengan mempertegas kontras pada pamor. Selain itu, arsen juga meningkatkan daya bunuh senjata tikam itu.
Albertus Magnus dipercaya sebagai orang pertama yang menemukan bagaimana mengisolasi elemen ini pada tahun 1250. Pada tahun 1649 Johan Schroeder mempublikasi 2 cara menyiapkan arsenik.
Pada zaman Ratu Victoria di Britania Raya, arsenik dicampurkan dengan cuka dan kapur dan dimakan oleh kaum perempuan untuk meningkatkan penampilan wajah mereka, membuat kulit mereka lebih putih untuk menunjukkan bahwa mereka tidak bekerja di ladang. Arsenik juga digosokkan di muka dan di lengan kaum perempuan untuk memutihkan kulit mereka. Namun ini sangat tidak dianjurkan sekarang. (sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Arsenik).
2.3.11. Karbon Monoksida
Karbon monoksida , rumus kimia CO , adalah gas yang tak berwarna, tak berbau, dan tak berasa. Ia terdiri dari satu atom karbon yang secara kovalen berikatan dengan satu atom oksigen . Dalam ikatan ini, terdapat dua ikatan kovalen dan satu ikatan kovalen koordinasi antara atom karbon dan oksigen.
Karbon monoksida dihasilkan dari pembakaran tak sempurna dari senyawa karbon, sering terjadi pada mesin pembakaran dalam . Karbon monoksida terbentuk apabila terdapat kekurangan oksigen dalam proses pembakaran. Karbon monoksida mudah terbakar dan menghasilkan lidah api berwarna biru, menghasilkan karbon dioksida . Walaupun ia bersifat racun , CO memainkan peran yang penting dalam teknologi modern, yakni merupakan prekursor banyak senyawa karbon.

2.4. Pengertian Perokok Pasif
Perokok pasif merupakan seorang penghirup asap rokok dari orang yang sedang merokok atau orang yang terpapar asap rokok dari asap yang dikeluarkan perokok aktif. Akibatnya lebih berbahaya dibandingkan perokok aktif. Bahkan bahaya yang harus ditanggung perokok pasif tiga sampai lima kali lipat dari bahaya perokok aktif. (sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Perokok_pasif).

2.5. Pendapat Tentang Merokok
2.5.1. Prof. Dr. Zakariah Daradjat
Paru-paru adalah karunia Allah kepada manusia, yang tidak disadari oleh yang sehat. Orang yang tidak belajar anatomi, ia tidak tahu bahwa yang menyebabkannya dapat bernafas adalah paru-paru. Dengan kata lain, paru-paru adalah alat pernafasan yang diperoleh manusia dari Allah secara gratis, yang telah ada di dalam tubuhnya sejak lahir. Selama pernafasan tak terganggu, orang awam tidak tahu bahwa ada alat pernafasan yang bekerja khusus melakukan pengaturan udara di dalam tubuhnya. Ketika paru-parunya terganggu melaksanakan fungsinya, manusia merasa sesak nafas bahkan merasa sakit. Kadang-kadang orang yang sakit itu, perlu dibantu dengan pernafasan buatan dengan memasukkan oksigen yang dipompakan lewat hidung. Betapa berat dan sulitnya untuk bernafas dengan bantuan dari luar itu.
Salah satu diantara penyebab terganggunya kesehatan paru-paru tersebut adalah merokok. Asap rokok yang dihirup terlalu banyak dapat merusak paru-paru manusia. Orang yang sudah terlanjur banyak merokok, Amat sulit baginya menghentikan menghisap rokok itu. Memang bagi orang-orang tertentu, seperti yang tertekan perasaan (frustasi), orang yang mengalami kebimbangan (konflik batin) atau cemas (anxiety) biasanya menyukai rokok.
Maha bijaksana Allah yang telah memakruhkan rokok. Ini berarti, orang yang sengaja menghindari merokok, ia berpahala karena mengindahkan teguran Allah. Tapi kalau ia tidak mampu menahan diri, ia boleh merokok tapintidak berpahala dan tidak berdosa. Namun bagi manusia yang bijaksana, yang mengetahui bahaya merokok bagi paru-parunya, tentu dia tidak akan membiasakan dirinya condong kepada rokok. Betapa besarnya nikmat paru-paru yang dianugerahkan Allah kepada manusia, yang menunjang kehidupannya, hanya saja manusia tidak tahu dan tidak sadar. Karena itu, berbahagialah manusia yang sadar dan mampu memelihara nikmat Allah yang diterimanya dengan syukur. Tentu orang yang menjaga kesehatan paru-parunya, misalnya dengan tidak merokok, akan terhindar dari penyakit yang diakibatkan oleh rusaknya paru-paru, seperti batuk, sesak nafas, dan sebagainya. (sumber: Dr. Ronald Hutapea SKM Ph.D, Why Rokok, 978-602-9473-05-6, 387, Jakarta: Bee Media Indonesia.2013.hal:339).
2.5.2. Dr. Sanusi Tambunan
Dr Sanusi Tambunan dalam acara hikmah fajar 15 Juli 1994 menyunggung peranan merokok dalam timbulnya penyakit jantung. Uraian ini dikutip seperti yang dimuat dalam harian Republika di bawah ini:
Penyakit Jantung
Gejala yang dirasakan pasien penderita jantung : sesak nafas, jantung berdebar-debar, keringat dingin pada malam hari. Salah satu penyebab timbulnya penyakit jantung adalah merokok yang kuat. Dalam islam digolongkan kepada obat-obat atau khammar yang di dalam Al-Quran telah disebutkan akibat-akibatnya bila kecanduan, yaitu bisa mengubah akidah. Sebagai pengidap penyakit jantung, makanan yang kita makan harus dijaga dan dibatasi; hindari makanan berlemak.
Efek samping dari penyakit jantung unu adalah, beberapa otot yang ada di dalam tubuh tidak lagi mengikuti urama jantung dengan teratur. Menurut islam ada 3 macam tujuan Allah memberikan sakit kepada manusia, yaitu:
1.    Sebagai sarana penghapus dosa
2.    Mwniungkatkan kedudukan manusia di sisi Allah
3.    Ujian untuk sabar
Hal-hal yang harus dicamkan oleh pengidap penyakit jantung adalah;
1.    Jangan merokok
2.    Makan dengan makanan yang seimbang
3.    Senam kesegaran jasmani
4.    Ikut klub jantung sehat
5.    Pola fikir jangan terlampau emosional, tetapi harus diiringi iman dan akidah yang kuat. (sumber: Dr. Ronald Hutapea SKM Ph.D, Why Rokok, 978-602-9473-05-6, 387, Jakarta: Bee Media Indonesia.2013.hal:345).
2.5.3.Renie Singgih, LM3
Ternyata di Brunai Darussalam mereka jelas-jelas menyatakan rokok itu haram. Sedangkan kita, sebagian ulama menyatakan haram, sebagian makruh. Hal ini antara lain mengakibatkan perilaku merokok di Indonesia bertumbuh terus, sedangkan sedangkan yang mau berhenti merokok sangat sedikit keberhasilannya, hanya sekitar 3%. (sumber: Dr. Ronald Hutapea SKM Ph.D, Why Rokok, 978-602-9473-05-6, 387, Jakarta: Bee Media Indonesia.2013.hal:354).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Karya-karya yang Pernah Saya Buat

1. Berita Masjid Berita masjid yang pernah saya buat ada 5. Memang sih ada 4 lagi yang belum saya buat. Jujur saja, saya merasa malas menge...