Selamat malam para pembaca yang setia membaca apa yang saya tulis. Kali ini, saya berbagi lagi tentang karya tulis ilmiah. Untuk sekarang bagian bab 2, tentang landasan teori
Selamat Membaca :)
BAB II
LANDASAN
TEORI
2.1.
Pengertian Rokok
Rokok adalah silinder dari kertas
berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan
diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok
dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat
dihirup lewat mulut pada ujung lainnya.
2.2.Sejarah
2.2.1.Sejarah Tembakau
Sewaktu Colombus mendarat di Dunia Baru pada tanggal 11 Oktober
1492, dia disuguhi daun tembakau oleh penduduk setempat. Banyak bukti yang
terdokumentasi yang mendukung kebenaran sejarah ini, sehingga umumnya kalangan
akademis mengakui bahwa tembakau dikenal pertama kali oleh peradaban Indian di
Amerika. Sesudah tahun 1492, pemakaian tembakau sebagai cerutu dan pipa mulai
berkembang di banyak tempat. Pada mulanya yang aktif dalam perdangan tembakau
ini adalah orang Spanyol dan Portugis. Lalu, pada tahun 1612, John
Rofle-seorang kolonis Inggris yang kemudian menikahi seorang putri kepala suku
Indian bernama Pocahontas mulai menanam bibit tembakau ke Eropa, Kota Jamestown
kemudian menjadi makmur secara ekonomis. Banyak nama dari yang diberikan kepada
bahan ini, termasuk "nicotiana", nama dari Jean Nicot, Dubes Prancis
di Lisbon yang pertama-tama mendatangkan tanaman ini ke Eropa untuk
dikembangkan di Portugis dan memperkenalkannya di lingkungan kerajaan di Paris,
sehingga pada tahun 1585 namanya diusulkan sebagai nama dari bahan kimia
penting di dalam tembakau itu. Ensiklopedia Britannica (1966) mengatakan bahwa
sebutan "tobacco" digunakan di Amerika dan menjadi dasar dari nama
tanaman ini di seluruh dunia, misalnya tabac, tabak, tembakau, dan sebagainya.
Nama ini berasal dari sejenis tabung yang digunakan oleh penduduk pribumi untuk
mengisap asapnya, atau silinder dari daun tembakau yang kemudian di sulit dan
diisap. Walaupun demikian, "nikotin" tetap menjadi nama generik dari
bahan utama dalam daun tembakau tersebut.
(sumber: Dr. Ronald Hutapea SKM Ph.D, Why Rokok,
978-602-9473-05-6, 387, Jakarta: Bee Media Indonesia.2013.hal:1)
2.2.2.
Sejarah Rokok
Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku
bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh.
Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para
penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa
tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan
bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan
ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para
pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk
negara-negara Islam.
2.2.3. Sejarah Kebiasaan Merokok
Tembakau telah digunakan sejak berabad bahkan ribuan tahun yang
silam. Pada mulanya hanya oleh penduduk asli Benua Amerika, tetapi akhirnya
menyebar mula-mula ke Eropa pada abad ke-16, dan selanjutnya ke berbagai
pelosok dunia yang sudah disentuh oleh peradaban. Kebiasaan merokok tembakau
diperkirakan mulai di Amerika Tengah dan Selatan, diduga berawal pada
kebudayaan Aztec di Mesiko. Mereka mengisap tembakau yang dipikin-pilin dan
dimasukkan ke dalam kulit jagung.
Konon pada mulanya asap tembakau berasal di desa kecil Uaxactum di
Guatemala. Para ahli purbakala memperkirakan perkampungan tersebut berasal dari
zaman awal peradaban bumi, yakni sekitar tahun 300-900 SM, berarti sekitar 1600
tahun yang silam. Penghuni desa itu lazim di sebut suku Maya, yqng menurut para
ahli tersebut dapat disebut bangsa perokok, gang disimpulkan dari tulisan
hieroglyphic pada batu-batu prasati peninggalan zaman itu.
Kebiasaan orang Indian ini dibawa ke Eropa oleh
penjelajah-penjelajah dunia baru dari Inggris dan Spanyol. Pada tahun 1800-an
mulai menjadi popoluer di Eropa, tetapi barulah sesudah dibawa ke Amerika
Serikat menjelang Perang Saudara mulai diciptakan mesin-mesin pengolah dan
penggulung rokok, sehingga menjadi rokok seperti yang kita kenal sekarang.
(sumber: Dr.
Ronald Hutapea SKM Ph.D, Why Rokok, 978-602-9473-05-6, 387, Jakarta: Bee
Media Indonesia.2013.hal:3).
2.3.
Zat-Zat Yang Terkandung Dalam Rokok
2.3.1.
Nikotiania (Nikotin)
Nikotina adalah senyawa kimia organik kelompok alkaloid yang
dihasilkan secara alami pada berbagai macam tumbuhan, terutama suku terung-terungan
(Solanaceae) seperti tembakau dan tomat . Nikotina berkadar 0,3 sampai 5,0%
dari berat kering tembakau berasal dari hasil biosintesis di akar dan
terakumulasi di daun .
Nikotina merupakan racun saraf yang potensial dan digunakan sebagai
bahan baku berbagai jenis insektisida. Pada konsentrasi rendah, zat ini dapat
menimbulkan kecanduan, khususnya pada rokok . Nikotina memiliki daya
karsinogenik terbatas yang menjadi penghambat kemampuan tubuh untuk melawan
sel-sel kanker, akan tetapi nikotina tidak menyebabkan perkembangan sel-sel
sehat menjadi sel-sel kanker.
2.3.2.
Sianida
Sianida adalah senyawa kimia yang mengandung kelompok siano C≡N,
dengan atom karbon terikat-tiga ke atom nitrogen. Kelompok CN dapat ditemukan
dalam banyak senyawa. Beberapa adalah gas, dan lainnya adalah padat atau cair.
Beberapa seperti garam, beberapa kovalen, beberapa molekular, beberapa ionik,
dan banyak juga polimerik. Senyawa yang dapat melepas ion sianida CN− sangat
beracun.
2.3.3. Benzena
2.3.3.1. Pengertian
Benzena , juga dikenal dengan rumus kimia C6H6, PhH, dan benzol,
adalah senyawa kimia organik yang merupakan cairan tak berwarna dan mudah
terbakar serta mempunyai bau yang manis. Benzena terdiri dari 6 atom karbon
yang membentuk cincin, dengan 1 atom hidrogen berikatan pada setiap 1 atom
karbon. Benzena merupakan salah satu jenis hidrokarbon aromatik siklik dengan
ikatan pi yang tetap, juga kandungan alami dalam minyak bumi, namun biasanya
diperoleh dari senyawa lainnya yang terdapat dalam minyak bumi. Karena bersifat
karsinogenik, maka pemakaiannya selain bidang non-industri menjadi sangat
terbatas.
2.3.3.2.
Sejarah
Benzena ditemukan pada tahun 1825 oleh seorang ilmuwan Inggris,
Michael Faraday , yang mengisolasikannya dari gas minyak dan menamakannya
bikarburet dari hidrogen . Pada tahun 1833, kimiawan Jerman, Eilhard
Mitscherlich menghasilkan benzena melalui distilasi asam benzoat (dari benzoin
karet/ gum benzoin ) dan kapur. Mitscherlich memberinya nama benzin . Pada
tahun 1845, kimiawan Inggris, Charles Mansfield , yang sedang bekerja di bawah
August Wilhelm von Hofmann, mengisolasikan benzena dari tir (coal tar). Empat
tahun kemudian, Mansfield memulai produksi benzena berskala besar pertama
menggunakan metode tir tersebut.
2.3.4.
Kadmium
Kadmium merupakan salah satu jenis logam berat yang berbahaya karena
elemen ini beresiko tinggi terhadap pembuluh darah. Kadmium berpengaruh
terhadap manusia dalam jangka waktu panjang dan dapat terakumulasi pada tubuh
khususnya hati dan ginjal . Secara prinsipil pada konsentrasi rendah berefek
terhadap gangguan pada paru-paru, emphysema dan renal turbular disease yang
kronis. Jumlah normal kadmium di tanah berada di bawah 1 ppm , tetapi angka
tertinggi (1.700 ppm) dijumpai pada permukaan sample tanah yang diambil di
dekat pertambangan biji seng (Zn). Kadmium lebih mudah diakumulasi oleh tanaman
dibandingkan dengan ion logam berat lainnya seperti timbal. Logam berat ini
bergabung bersama timbal dan merkuri sebagai the big three heavy metal yang
memiliki tingkat bahaya tertinggi pada kesehatan manusia. Menurut badan dunia
FAO/WHO , konsumsi per minggu yang ditoleransikan bagi manusia adalah 400-500
μg per orang atau 7 μg per kg berat badan.
2.3.5. Methanol
2.3.5.1. Pengertian
Metanol , juga dikenal sebagai metil alkohol, wood alcohol atau
spiritus , adalah senyawa kimia dengan rumus kimia CH3OH . Ia merupakan bentuk
alkohol paling sederhana. Pada "keadaan atmosfer" ia berbentuk cairan
yang ringan, mudah menguap, tidak berwarna, mudah terbakar, dan beracun dengan
bau yang khas (berbau lebih ringan daripada etanol). metanol digunakan sebagai
bahan pendingin anti beku, pelarut, bahan bakar dan sebagai bahan additif bagi
etanol industri.
Metanol diproduksi secara alami oleh metabolisme anaerobik oleh
bakteri. Hasil proses tersebut adalah uap metanol (dalam jumlah kecil) di
udara. Setelah beberapa hari, uap metanol tersebut akan teroksidasi oleh
oksigen dengan bantuan sinar matahari menjadi karbon dioksida dan air.
Api dari metanol biasanya tidak berwarna. Oleh karena itu, kita
harus berhati-hati bila berada dekat metanol yang terbakar untuk mencegah
cedera akibat api yang tak terlihat.
Karena sifatnya yang beracun, metanol sering digunakan sebagai
bahan additif bagi pembuatan alkohol untuk penggunaan industri. Penambahan
"racun" ini akan menghindarkan industri dari pajak yang dapat
dikenakan karena metanol merupakan bahan utama untuk minuman keras (minuman
beralkohol). Metanol kadang juga disebut sebagai wood alcohol karena ia dahulu
merupakan produk samping dari distilasi kayu. Saat ini metanol dihasilkan
melului proses multi tahap. Secara singkat, gas alam dan uap air dibakar dalam
tungku untuk membentuk gas hidrogen dan karbon monoksida, kemudian, gas
hidrogen dan karbon monoksida ini bereaksi dalam tekanan tinggi dengan bantuan
katalis untuk menghasilkan metanol. Tahap pembentukannya adalah endotermik dan
tahap sintesisnya adalah eksotermik.
2.3.5.2.
Sejarah
Dalam proses pengawetan mayat, orang Mesir kuno menggunakan
berbagai macam campuran, termasuk di dalamnya metanol, yang mereka peroleh dari
pirolisis kayu. Methanol murni, pertama kali berhasil diisolasi tahun 1661 oleh
Robert Boyle, yang menamakannya spirit of box, karena ia menghasilkannya
melalui distilasi kotak kayu. Nama itu kemudian lebih dikenal sebagai pyroxylic
spirit (spiritus). Pada tahun 1834, ahli kimia Perancis Jean-Baptiste Dumas dan
Eugene Peligot menentukan komposisi kimianya. Mereka juga memperkenalkan nama
methylene untuk kimia organik, yang diambil dari bahasa Yunani methy =
"anggur" dan "hŷlē" = kayu (bagian dari pohon). Kata itu
semula dimaksudkan untuk menyatakan "alkohol dari (bahan) kayu",
tetapi mereka melakukan kesalahan.
Kata methyl pada tahun 1840 diambil dari methylene , dan kemudian
digunakan untuk mendeskripsikan "metil alkohol". Nama ini kemudian
disingkat menjadi "metanol" tahun 1892 oleh International Conference
on Chemical Nomenclature. Suffiks [-yl] (indonesia {il}) yang digunakan dalam
kimia organik untuk membentuk nama radikal-radikal, diambil dari kata
"methyl".
Pada tahun 1923, ahli kimia Jerman , Matthias Pier, yang bekerja
untuk BASF mengembangkan cara mengubah gas sintesis (syngas / campuran dari
karbon dioksida and hidrogen) menjadi metanol. Proses ini menggunakan katalis
zinc chromate (seng kromat), dan memerlukan kondisi ekstrem —tekanan sekitar
30–100 MPa (300–1000 atm), dan temperatur sekitar 400 ° C . Produksi metanol
modern telah lebih effisien dengan menggunakan katalis tembaga yang mampu
beroperasi pada tekanan relatif lebih rendah.
Penggunaan metanol sebagai bahan bakar mulai mendapat perhatian
ketika krisis minyak bumi terjadi pada tahun 1970-an karena ia mudah tersedia
dan murah. Masalah timbul pada pengembangan awalnya untuk campuran metanol-
bensin . Untuk menghasilkan harga yang lebih murah, beberapa produsen cenderung
mencampur metanol lebih banyak. Produsen lainnya menggunakan teknik pencampuran
dan penanganan yang tidak tepat. Akibatnya, hal ini menurunkan mutu bahan bakar
yang dihasilkan. Akan tetapi, metanol masih menarik utuk digunakan sebagai
bahan bakar bersih. Mobil-mobil dengan bahan bakar fleksibel yang dikeluarkan
oleh General Motors, Ford dan Chrysler dapat beroperasi dengan setiap kombinasi
etanol, metanol dan/atau bensin.
2.3.6. Asitelina
2.3.6.1. Pengertian
Asetilena (Nama sistematis : etuna ) adalah suatu hidrokarbon yang
tergolong kepada alkuna , dengan rumus C 2 H 2. Asetilena merupakan alkuna yang
paling sederhana, karena hanya terdiri dari dua atom karbon dan dua atom
hidrogen. Pada asetilena, kedua karbon terikat melalui ikatan rangkap tiga ,
dan masing-masing atom karbon memiliki hibridisasi orbital sp untuk ikatan
sigma. Hal ini menyebabkan keempat atom pada asetilena terletak pada satu garis
lurus, dengan sudut C-C-H sebesar 180°. (sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Asetilena).
2.3.6.2.
Sejarah
Asetilena ditemukan oleh Edmund Davy pada 1836 , yang menyebutnya
karburet baru dari hidrogen. Nama asetilena diberikan oleh kimiawan Perancis,
Marcellin Berthelot, pada 1860. Pada 1812, sebuah ledakan asetilena membutakan
fisikawan Gustaf Dalén , yang kemudian pada tahun yang sama memperoleh hadiah Nobel
di bidang fisika.(sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Asetilena).
2.3.7. Amonia
2.3.7.1.Pengertian
Amonia adalah senyawa kimia dengan rumus NH3. Biasanya senyawa ini
didapati berupa gas dengan bau tajam yang khas (disebut bau amonia). Walaupun
amonia memiliki sumbangan penting bagi keberadaan nutrisi di bumi , amonia
sendiri adalah senyawa kaustik dan dapat merusak kesehatan.
Amonia umumnya bersifat basa (pKb=4.75), namun dapat juga bertindak
sebagai asam yang amat lemah (pKa=9.25). Amonia dapat terbentuk secara alami
maupun sintetis. Amonia yang berada di alam merupakan hasil dekomposisi bahan
organik. (sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Amonia).
2.3.7.2. Kegunaan
Zat Amonia biasanya digunakan sebagai obat obatan, bahan campuran
pupuk urea (CO(NH2)2) dan ZA (Zwvelamonia) ((NH4) 2SO4), bahan pembuatan
amonium klorida(NH4Cl)pada baterai, asam nitrat (HNO3), zat pendingin, membuat hidrazin
(N2H4)sebagai bahan bakar roket, bahan dasar pembuatan bahan peledak , kertas
pelastik, dan detergen dan jika dilarutkan kedalam air maka zat tersebut akan
dapat menjadi pembersih alat perkakas rumah tangga. (sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Amonia).
2.3.8. Formaldehida
2.3.8.1. Pengertian
Senyawa kimia formaldehida (juga disebut metanal, atau formalin),
merupakan aldehida dengan rumus kimia H 2CO, yang berbentuknya gas , atau cair
yang dikenal sebagai formalin, atau padatan yang dikenal sebagai
paraformaldehyde atau trioxane . Formaldehida awalnya disintesis oleh kimiawan
Rusia Aleksandr Butlerov tahun 1859, tapi diidentifikasi oleh Hoffman tahun
1867 .
Pada umumnya, formaldehida terbentuk akibat reasi oksidasi
katalitik pada metanol . Oleh sebab itu, formaldehida bisa dihasilkan dari
pembakaran bahan yang mengandung karbon dan terkandung dalam asap pada
kebakaran hutan , knalpot mobil, dan asap tembakau. Dalam atmosfer bumi,
formaldehida dihasilkan dari aksi cahaya matahari dan oksigen terhadap metana
dan hidrokarbon lain yang ada di atmosfer. Formaldehida dalam kadar kecil
sekali juga dihasilkan sebagai metabolit kebanyakan organisme, termasuk
manusia.
2.3.8.2. Kegunaan
- Pengawet mayat
- Pembasmi lalat dan serangga pengganggu
lainnya.
- Bahan pembuatan sutra sintetis, zat pewarna,
cermin, kaca
- Pengeras lapisan gelatin dan kertas dalam
dunia Fotografi.
- Bahan pembuatan pupuk dalam bentuk urea.
- Bahan untuk pembuatan produk parfum.
- Bahan pengawet produk kosmetika dan pengeras
kuku .
- Pencegah korosi untuk sumur minyak
- Dalam
konsentrasi yang sangat kecil (kurang dari 1%), Formalin digunakan sebagai
pengawet untuk berbagai barangkonsumen seperti pembersih barang rumah tangga,
cairan pencuci piring , pelembut kulit, perawatan sepatu, shampoo mobil, lilin,
pasta gigi, dan pembersih karpet. (sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Formaldehida).
2.3.9. Hidrogen Sianida
Hidrogen sianida (HCN) adalah senyawa anorganik[6] dengan rumus
molekul HCN. Senyawa ini berbentuk cairan tak berwarna, dan sangat beracun,
dengan titik didih sedikit diatas suhu ruangan , 25.6 °C (78.1 °F). [7] HCN
diproduksi dalam skala industri dan sangat bernilai karena digunakan sebagai
bahan baku banyak senyawa kimia mulai polimer sampai obat-obatan. (sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Hidrogen_sianida).
2.3.10.
Arsen
2.3.10.1.
Pengertian
Arsen , arsenik , atau arsenikum adalah unsur kimia dalam tabel
periodik yang memiliki simbol As dan nomor atom 33. Ini adalah bahan metaloid
yang terkenal beracun dan memiliki tiga bentuk alotropik; kuning, hitam, dan
abu-abu. Arsenik dan senyawa arsenik digunakan sebagai pestisida, herbisida, insektisida
, dan dalam berbagai aloy. (sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Arsenik).
2.3.10.2. Sejarah
Kata arsenik dipinjam dari bahasa Persia Zarnik yang berarti
"orpimen kuning". Zarnik dipinjam dalam bahasa Yunani sebagai
arsenikon. Arsenik dikenal dan digunakan di Persia dan di banyak tempat lainnya
sejak zaman dahulu. Bahan ini sering digunakan untuk membunuh , dan gejala
meracunan arsenik sulit dijelaskan, sampai ditemukannya tes Marsh , tes kimia
sensitif untuk mengetes keberadaan arsenik. Karena sering digunakan oleh para
penguasa untuk menyingkirkan lawan-lawannya dan karena daya bunuhnya yang luar
biasa serta sulit dideteksi, arsenik disebut Racun para raja, dan Raja dari
semua racun. Dalam zaman Perunggu, arsenik sering digunakan di perunggu, yang
membuat campuran tersebut lebih keras. Warangan, yang sering digunakan sebagai
bahan pelapis permukaan keris, mengandung bahan utama arsen. Arsen
membangkitkan penampilan pamor keris dengan mempertegas kontras pada pamor.
Selain itu, arsen juga meningkatkan daya bunuh senjata tikam itu.
Albertus Magnus dipercaya sebagai orang pertama yang menemukan
bagaimana mengisolasi elemen ini pada tahun 1250. Pada tahun 1649 Johan
Schroeder mempublikasi 2 cara menyiapkan arsenik.
Pada zaman Ratu Victoria di Britania Raya, arsenik dicampurkan
dengan cuka dan kapur dan dimakan oleh kaum perempuan untuk meningkatkan
penampilan wajah mereka, membuat kulit mereka lebih putih untuk menunjukkan
bahwa mereka tidak bekerja di ladang. Arsenik juga digosokkan di muka dan di
lengan kaum perempuan untuk memutihkan kulit mereka. Namun ini sangat tidak
dianjurkan sekarang. (sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Arsenik).
2.3.11. Karbon Monoksida
Karbon monoksida , rumus kimia CO , adalah gas yang tak berwarna,
tak berbau, dan tak berasa. Ia terdiri dari satu atom karbon yang secara
kovalen berikatan dengan satu atom oksigen . Dalam ikatan ini, terdapat dua
ikatan kovalen dan satu ikatan kovalen koordinasi antara atom karbon dan
oksigen.
Karbon monoksida dihasilkan dari pembakaran tak sempurna dari
senyawa karbon, sering terjadi pada mesin pembakaran dalam . Karbon monoksida
terbentuk apabila terdapat kekurangan oksigen dalam proses pembakaran. Karbon
monoksida mudah terbakar dan menghasilkan lidah api berwarna biru, menghasilkan
karbon dioksida . Walaupun ia bersifat racun , CO memainkan peran yang penting
dalam teknologi modern, yakni merupakan prekursor banyak senyawa karbon.
2.4.
Pengertian Perokok Pasif
Perokok pasif merupakan seorang
penghirup asap rokok dari orang yang sedang merokok atau orang yang terpapar
asap rokok dari asap yang dikeluarkan perokok aktif. Akibatnya lebih berbahaya
dibandingkan perokok aktif. Bahkan bahaya yang harus ditanggung perokok pasif
tiga sampai lima kali lipat dari bahaya perokok aktif. (sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Perokok_pasif).
2.5.
Pendapat Tentang Merokok
2.5.1. Prof. Dr. Zakariah Daradjat
Paru-paru adalah karunia Allah kepada manusia, yang tidak disadari
oleh yang sehat. Orang yang tidak belajar anatomi, ia tidak tahu bahwa yang
menyebabkannya dapat bernafas adalah paru-paru. Dengan kata lain, paru-paru
adalah alat pernafasan yang diperoleh manusia dari Allah secara gratis, yang
telah ada di dalam tubuhnya sejak lahir. Selama pernafasan tak terganggu, orang
awam tidak tahu bahwa ada alat pernafasan yang bekerja khusus melakukan
pengaturan udara di dalam tubuhnya. Ketika paru-parunya terganggu melaksanakan
fungsinya, manusia merasa sesak nafas bahkan merasa sakit. Kadang-kadang orang
yang sakit itu, perlu dibantu dengan pernafasan buatan dengan memasukkan
oksigen yang dipompakan lewat hidung. Betapa berat dan sulitnya untuk bernafas
dengan bantuan dari luar itu.
Salah satu diantara penyebab terganggunya kesehatan paru-paru
tersebut adalah merokok. Asap rokok yang dihirup terlalu banyak dapat merusak
paru-paru manusia. Orang yang sudah terlanjur banyak merokok, Amat sulit
baginya menghentikan menghisap rokok itu. Memang bagi orang-orang tertentu,
seperti yang tertekan perasaan (frustasi), orang yang mengalami kebimbangan
(konflik batin) atau cemas (anxiety) biasanya menyukai rokok.
Maha bijaksana Allah yang telah memakruhkan rokok. Ini berarti,
orang yang sengaja menghindari merokok, ia berpahala karena mengindahkan
teguran Allah. Tapi kalau ia tidak mampu menahan diri, ia boleh merokok
tapintidak berpahala dan tidak berdosa. Namun bagi manusia yang bijaksana, yang
mengetahui bahaya merokok bagi paru-parunya, tentu dia tidak akan membiasakan
dirinya condong kepada rokok. Betapa besarnya nikmat paru-paru yang
dianugerahkan Allah kepada manusia, yang menunjang kehidupannya, hanya saja
manusia tidak tahu dan tidak sadar. Karena itu, berbahagialah manusia yang
sadar dan mampu memelihara nikmat Allah yang diterimanya dengan syukur. Tentu
orang yang menjaga kesehatan paru-parunya, misalnya dengan tidak merokok, akan
terhindar dari penyakit yang diakibatkan oleh rusaknya paru-paru, seperti
batuk, sesak nafas, dan sebagainya. (sumber: Dr. Ronald Hutapea SKM Ph.D, Why
Rokok, 978-602-9473-05-6, 387, Jakarta: Bee Media Indonesia.2013.hal:339).
2.5.2.
Dr. Sanusi Tambunan
Dr Sanusi Tambunan dalam acara hikmah fajar 15 Juli 1994
menyunggung peranan merokok dalam timbulnya penyakit jantung. Uraian ini
dikutip seperti yang dimuat dalam harian Republika di bawah ini:
Penyakit Jantung
Gejala yang dirasakan pasien penderita jantung : sesak nafas,
jantung berdebar-debar, keringat dingin pada malam hari. Salah satu penyebab
timbulnya penyakit jantung adalah merokok yang kuat. Dalam islam digolongkan
kepada obat-obat atau khammar yang di dalam Al-Quran telah disebutkan
akibat-akibatnya bila kecanduan, yaitu bisa mengubah akidah. Sebagai pengidap
penyakit jantung, makanan yang kita makan harus dijaga dan dibatasi; hindari
makanan berlemak.
Efek samping dari penyakit jantung unu adalah, beberapa otot yang
ada di dalam tubuh tidak lagi mengikuti urama jantung dengan teratur. Menurut
islam ada 3 macam tujuan Allah memberikan sakit kepada manusia, yaitu:
1.
Sebagai sarana
penghapus dosa
2.
Mwniungkatkan
kedudukan manusia di sisi Allah
3.
Ujian untuk
sabar
Hal-hal
yang harus dicamkan oleh pengidap penyakit jantung adalah;
1.
Jangan merokok
2.
Makan dengan
makanan yang seimbang
3.
Senam kesegaran
jasmani
4.
Ikut klub
jantung sehat
5.
Pola fikir
jangan terlampau emosional, tetapi harus diiringi iman dan akidah yang kuat.
(sumber: Dr. Ronald Hutapea SKM Ph.D, Why Rokok, 978-602-9473-05-6, 387,
Jakarta: Bee Media Indonesia.2013.hal:345).
2.5.3.Renie Singgih, LM3
Ternyata di Brunai Darussalam mereka jelas-jelas menyatakan rokok
itu haram. Sedangkan kita, sebagian ulama menyatakan haram, sebagian makruh.
Hal ini antara lain mengakibatkan perilaku merokok di Indonesia bertumbuh
terus, sedangkan sedangkan yang mau berhenti merokok sangat sedikit
keberhasilannya, hanya sekitar 3%. (sumber: Dr. Ronald Hutapea SKM Ph.D, Why
Rokok, 978-602-9473-05-6, 387, Jakarta: Bee Media Indonesia.2013.hal:354).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar